#DIARYBLOG - UNWANTED


 
Have you ever feel unwanted? Or unloved?

Have you ever feel like nobody likes you, nobody loves you, or everybody avoids you ?

Pandemic, and everything about it. Something like lockdown or online lecture.

Berdiam dirumah dalam waktu yang lama. Mengurangi banyak interaksi dengan manusia lain. Maybe makes us be such a bored people. Satu bulan dua bulan sampai akhirnya 7 bulan terhitung sampai saat ini. Sesuatu yang awalnya begitu mengerikan sampai akhirnya perlahan mulai terbiasa. Mulai terasa nyaman menjadi seseorang yang menghabiskan waktu di kamar dengan film, buku, atau media social. Terbiasa tenggelam dengan dunia sendiri. Lama lama rasanya mulai malas berinteraksi dengan orang orang diluar sana.

Rasanya menyenangkan mengabaikan banyak chat, dan mengabaikan banyak perasaan sementara aku menikmati waktu waktu sendiri. Sampai di satu waktu, sesuatu menyadarkan dari semua hal ini.

Kembali menjadi sesuatu yang mengerikan mengingat beberapa orang diluar sana bisa tertawa, bergurau dengan teman yang menyenangkan. Teman, pacar or whatever.

Yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu hanya menambah kesal banyak orang, atau malah seseorang jadi membenci ku sebab satu tweet yang aku buat saat kesal dengan satu tokoh di film yang  baru ditonton. Dumb me! Padahal kalau saja aku bisa berbuat baik pada banyak orang, mungkin rasanya tidak akan sesedih ini.

Maybe that’s I am.

Mungkin itu aku yang sebenarnya memang selalu membosankan. Mumgkin itu aku yang tidak pandai membuat seseorang nyaman untuk lama berbincang. Mungkin itu aku yang tidak menarik. Mungkin itu aku dengan segala ketidakpercayadiri an. Mungkin itu aku yang sebenarnya tidak begitu diinginkan.

Atau mungkin

Itu aku dengan segala rasa benci dan kecewa yang begitu besar. Itu aku dengan segala pengalaman yang buruk, mengubah banyak perspektif, melihat bahwa semua yang ada di dunia tidak patut untuk dipercaya. Bahwa mereka semua dapat saja menjadi seseorang yang begitu menyakiti padahal sebelumnya begitu kita cintai.

Itu aku yang pecundang dan kalah. Itu aku yang hanya bisa marah pada diri sendiri dan keadaan. Itu aku yang sebenarnya hanya iri dengan kebahagiaan seseorang yang telah menyakiti sebelumnya.

Mungkin itu aku yang sekarang tidak pantas untuk siapapun. Itu aku yang bahkan belum memaafkan diri sendiri. Itu aku yang mungkin belum dimaafkan oleh yang lainnya.

*08/09/20

*Pandemic belum berakhir

 

0 comments