RETURN TO SPACE : PURE DOKUMENTER ATAU ....???




Habis nonton salah satu film dokumenter di netflix yang judulnya "return to space". Alasan kenapa tertarik buat nonton? karena dokumenternya cerita tentang spaceX dan Elon Musk. 

Disana Elon cerita tentang jatuh bangunnya spaceX. Dulu sebelum nonton dokumeter ini, aku sempet nyangka kalo Elon itu seorang ilmuwan di bidang sains dan teknologi luar angkasa. Tapi ternyata salah besar. Elon cuma orang kaya yang tiba-tiba kepikiran pengen bikin sebuah kota di mars. Miliyuner yang tanpa basa-basi menginvestasikan uangnya sebanyak 300 juta USD untuk sebuah proyek peluncuran roket ke luar angkasa. Elon yang bercita-cita menjadi institusi swasta komersial pertama yang mampu mengirim manusia ke antariksa dengan roketnya.

Berbagai kegagalan dialami Elon dalam proses pembuatan roketnya. 300 USD yang ia investasikan di awal, hanya mampu membiayai 3 kali peluncuran roket. Tapi siapa sangka, setelah peluncurannya yang keempat, ia akhirnya berhasil meluncurkan roket dengan mulus.

Disisi lain, dokumenter ini juga bahas tentang institusi nasa yang mengalami ketidak-efektifan karena dianggap menghabiskan dana negara dalam jumlah besar. Padahal presiden US kala itu, Barrack Obama dalam pidatonya menyampaikan dukungannya untuk proyek roket luar angkasa nasa. Tapi para anggota dewan dan senat disana tidak mengatakan hal yang sama. Mereka justru mengecam dan memberikan banyak alasan mengapa proyek itu tidak penting dan berisiko tinggi. Niel Armstrong dan rekannya pada masa peluncuran Apollo 11 juga ikut angkat suara, menyerukan ketidaksetujuannya akan proyek pengiriman manusia ke luar angkasa oleh nasa. 

Nasadan tak ketinggalan Elon merasa terpukul dengan keadaan itu. Namun bukan Elon namanya kalu menyerah dan tidak menlajutkan kembali cita-citanya. 

Akar masalah dari penolakan dewan dan senat adalah alasan biaya produksi dan peluncuran yang fantastis dan besar. Biaya tersebu bisa besar karena belum ditemukannya roket atau pesawat yang dapat digunakan kembali (Reusable). Sebab selama ini, pesawat yang diluncurkan bagian bawahnya akan meldak dan terbuang begitu saja. Diperlukan adanya pesawat yang mampu melandai kembali ke bumi tepat di landasan yang telah diciptakan. Surpraisingly, Elon did that. Ia bisa menciptakan teknologi pesawat yang dapat mendarat lagi ke landasan setelah diluncurkan. 

long short story, akhirnya nasa mengontrak spaceX dan bekerjasama untuk mengirimkan manusia ke antariksa dengan pesawatnya spaceX. Sebuah kontrak yang saling menguntungkan satu sama lain.

Beberapa hal yang jadi bikin mikir adalah,

Buat apa dokumenter ini dibuat? Dokumenter yang sangat epik ditambah dengan backsound yang heroik. Di dokumenter ini juga beberapa kali disinggung, kalau penerbangan demo-2 ini akan menerbangkan astronot dari tanah amerika pertama kalinya setelah 9 tahun lamanya. Dalam acara peluncurannya, dipasang bendera Amerika besar-besar di panggungnya. 

Apakah ini pure dokumenter atau ada unsur propaganda seperti yang dilakukan amerika di tahun 1969 dulu saat mendarat di bulan? Mengingat dokumenter ini dibuat dengan kesan heroik dan menunjukan kemajuan peradaban dan teknologi di Amerika. Who knows?

yang selanjutnya adalah,  dalam dokumenter ini disebutkan ketika nasa sudah kehabisan sumber daya untuk menerbnagkan roket lagi, mereka akhirnya bekerjasama dengan Rusia. Menerbangkan roket dan awak dari Rusia. Bahkan kru yang berada di ISS pun tenyata berasal dari Rusia.

Fakta tentang Amerika yang dibantu atau bekerja sama denga Rusia ini somehow bikin aku agak kaget. Mengingat kondisi politik Amerika dan Rusia saat ini. 

atau justru dokumenter ini dibuat untuk ajang pamer kalau Amerika kini sudah punya institusi swasta komersial untuk meluncurkan roket sendiri ke luar angkasa. Jadi mereka sudah tidak perlu lagi bantuan Rusia dalam hal ini. 

Apakah Amerika mulai ketar ketir menghadapi isu politik dan perang dagang ataupun perang mata uang, mencoba mengembalikan keadaan salah satu contoh terkecilnya dengan merilis dokumenter ini??

Sama halnya seperti film "Rambo" yang menglorifikasi pahlawan tangguh dari tanah Amerika, untuk mengobati lukanya karena kalah dari perang Vietnam?

Seperti merak yang melebarkan sayap dan bulunya agar terlihat lebih besar dari lawanya. 

Hufft... sekali lagi, who knows?

Tapi terlepas dari kecurigaan aku pribadi tentang politik dan isu lainnya, dokumenter ini sangat bagus dan layak diparesiasi. Setiap footage yang ada, setiap bidikan kamera yang ada dan juga ditambah dengan backsound yang menggugah hati. Dokumenter ini bercerita dengan sangat epik!



0 comments