Dear
you,
Ada
banyak yang ingin aku sampaikan sejak aku tidak pernah ingin tau lagi kabarmu. Pesan
pesan yang bergumul dikepala terus menerus tapi enggan diutarakan langsung. Jadilah
berakhir di blog pribadi dan untuk konsumsi sendiri. Entalah mungkin rasanya agak
lebih lega, dan semua ungkapan ini tidak hanya menjadi sebatas beban di
pikiran.
15
maret 2020, aku tidak pernah lupa momen terpenting dalam hidupku, at least. Adalah
hari yang luar biasa untuk seorang najmi yang selama ini selalu mengatur segala
hal nya berjalan presisi sesuai apa yang telah direncanakan sebelumnya. Banyak perasaan
dan emosi yang saat itu berkumpul menjadi satu ego yang kuat. Mungkin rasa
marah adalah komponen yang paling utama diantara semuanya dan yang setelahnya
adalah rasa sedih. Hal ini agak berbeda dari banyak kejadian sebelumnya yang
justru lebih dominan rasa sedih tanpa ada rasa marah sama sekali. Satu lagi
perasaan yang baru aku dapatkan di kesempatan kali ini adalah rasa lega,
seperti terbebas dari seseuatu yang berat
dan mengikat.
Beberapa
minggu setelahnya, proses seperti biasa dimulai. Marah yang kini sudah
bercampur benci dan dendam. Tidak hanya membencimu, tapi juga teman temanmu
yang bersekongkol untuk menjalankan rencana yang luar biasa
berjalan mulus bak jalan tol. Tapi sepertinya membenci bukan cara yang mudah
untuk melewati masa ini. Setelah sadar ternyata membenci hanya menguras waktu
dan energi, lambat laun aku mulai berdamai dan menerima meskipun sedikit demi
sedikit. Dan untuk teman-temanmu yang juga teman temanku, mereka tak sepenuhnya
salah hanya saja mereka lebih berpihak kepadamu,dan itu sah bagi siapapun untuk
memilih.
Banyak
kesadaran yang terbentuk setelah kejadian itu. Seperti tentang menerima bahwa
segala sesuatu yang telah direncanalan tidak akan selalu berjalan lancar. Selama
kurang lebih 20 tahun aku hidup bersekolah dan bermasyarakat ada banyak rencana
tentang pencapaian akademis atau non akademis. Pada saat itu aku berpikir bahwa
dengan bekerja keras, appaun itu bisa kita dapatkan. Sayang, hal ini tidak
berlaku untuk perasaan manusia. Nyatanya samapai kapanpun aku tidak akan pernah
bisa merubah perasaan seseorang seberapapun keras aku berusaha dan membuat
rencana. Untuk pertama kalinya hal ini mengejutkanku. Tapi disinilah letak
penerimaan yang harus dipelajari.
Hal
lain tentang teman dan kepercayaan. Semakin dewasa, banyak yang aku pahami
bahwa yang terpenting adalah kualitas bukan kuantitas. Dulu aku takut
kehilangan teman yang bahkan mungkin mereka tidak menganggapku teman. Sekarang,
filtrasi nya sudah mulai terbaca. Mereka yang memang klik akan bertahan dan
yang tidak sebaliknya. Kamu dan kejadian waktu itu membuat aku membangun tembok
yang semakin tinggi akan orang-orang yang mencoba mendapat kepercayaan dariku. Dan
itu hal baik mengingat bahwa kita tidak akan pernah bisa 100% mempercayai siapapun
karena ternyata orang yang memberi luka paling dalam justru adalah orang yang
dicintai (percayai).
Atau
hal random seperti ,
Sekarang
sedikit banyak aku punya banyak pengalaman perjalanan sendiri
garut-bandung-bintaro dan sebaliknya. Tempat tempat di bandung atau bahkan di
garut. Terimakasiih karenanya aku berani bepergian keluar kota sendirian tanpa
rasa takut dan lainnya.
Tentu
bukan hal yang mudah buatku tiba tiba menghilangkan bayanganmu dari setiap hari
hidupku. Sebab nyatanya kamu adalah hal yang begitu besar, setidaknya di lembaran
ceritaku. Aku tidak pernah tau ada tidak mau tau apakah kamu menganggapku
seperti itu juga atau tidak mengingat pengalamanmu dengan lebih banyak
perempuan bukan?
Setiap
wajah yang terbayang dan momen yang terkenang, kali ini tidak aku romantisasi
lagi seperti biasanya. Bahkan kehadiran dalam mimpi-mimpi di tiap malam, sekarang tidak pernah aku
ingat lagi setelahnya. Hal itu hanya potongan kenangan yang begitu kuat
sehingga membutuhkan waktu lama untuk menghilangkannya perlahan. Just it. Diluar
itu mungkin karena belum ada lagi seseorang dan momen yang dapat menggantikan
yang baru saja selesai.
Tapi
aku bersyukur, sejak aku memutuskan untuk mengabaikanmu di dunia asli (ataupun
maya), tidak pernah sebersit pun ada rasa ingin tahu atau penasaran segala
tentangmu lagi. Bahkan saat seseorang menawarkan untuk menceritakan tentangmu,
aku lebih senang menolaknya. Terkadang menjadi tidak tahu se menyenagkan itu. Biarkan
aku percaya pada ekspektasi ku sendiri, let me hold it
Hari
ini sudah terhitung 7 bulan setelah kejadian itu. Dan kamu adalah kunci.
Dari
pintu kesadaran yang seblumnya masih tertutup. Dari pemahaman baru yang luar
biasa. Sesuatu yang besar, dan tidak mungkin semudah itu dilupakan. Setiap tawa
atau bahkan tangisan tiap malam selama masih bersama. Setiap bahagia atau
bahkan luka yang begitu dalam. Telah banyak membuka banyak pelajaran yang tidak
pernah aku dapatkan bila kejadian 15 maret dan sebelumnya itu tidak pernah
terjadi.
Tulisan
ini hanya sebagai pembuka untuk surat surat terbungkam lainnya. Masih banyak
hal yang ingin sekali aku tulis. Sekarang cukup dulu sampai disini, sudah
malam, aku lanjut lain waktu.
Dahh..
22/09/2020
22.51
0 comments