#DIARYBLOG DAY-2 (everything happen for a reason)



17 maret 2020

Hari ini berjalan seperri biasanya, rasa sakit hati bekas kemaren lusa tentu masih ada. tapi sekarang aku lebih berusaha untuk menerima meskipun berat memang setiap kali teringat momen bersama dia yang sebenarnya hanya kepalsuan dan kebohongan semata. Tapi hari ini aku berdoa di setiap sholatku apabila memang ini jalan yang baik untukku dan jalan ini datang dariMu, maka aku minta agar dilapangkan juga ditenangkan hatinya, dihilangkan ingatan yang buruk dan terakhir yang paling penting semoga dijauhkan dari rasa benci dan dendam terhadap siapapun pihak yang berkaitan. 

Lagu lagu Raisa lumayan menolongku menaikan mood dan menyadari masih banyak hal yang harusnya menjadi concern aku selain patah hati ini. Tapi lagu Hindia yang membuat aku lebih legowo bahwa sepelik apapun masalah harus kita terima dan semua kegagalan itu wajar terjadi.  Sesuatu yang akan datang selalu lebh baik dari sesuatu yang telah pergi, kelak pasti ada jawabannya meskipun saat ini rasanya yang hilang tidak akan terganti,

Hari ini juga mulai timbul rasa menyesal kenapa waktu itu aku rela kehujanan dan basah kuyup hanya untuk menemui dia (re:pembohong). Tapi kalau terus disesali malah semakin makan hati. Ada sesuatu yang tidak akan pernah disadari bahwa hal tersebutlah yang justru membawa kita pada jalan jalan yang tidak terduga. Contohnya ketika pada saat itu aku tidak menemui dia, maka tidak akan ada instastory yang aku buat dan tidak akan aku post yang kemudian nantinya akan aku temukan kejanggalan dan dia tidak mungkin jujur (pada akhirnya) kalau aku tidak menemukan kejanggalan ini. Jadi kehujanan dan basah kuyup saat itu tidak terjadi begitu saja melainkan menuntun pada jalanNya yang memang harus dilewati. Everything happen for a reason. tuhan itu baik dan paling baik diantara segalanya.

Kenapa harus terjadi saat ini? Kenapa tidak dari dulu saja? Saat momen A atau mimen B ?

Jawabannya karena tuhan baik baik baik sekali padaku. Tuhan tau kapan saat yang tepat membuka semua ini, tuhan tau kalau Ia membukanya lebih awal aku pasti tidak akan sekuat sekarang , aku pasti tidak setegar dan seberani sekarang. Ketika tuhan tau kapan timing yang paling tepat, klik! Dengan semudah jentikan jari Ia membuka dan merubah segalanya. Hal ini membuatku bersyukur tiada tara. Hal ini pula yang membuatku malu pada tuhan, karena selama ini aku yang seringkali lupa padahal tuhan tidak penah lupa untuk menjagaku sedetikpun.

Tertanda, yang menulis

Najmi.


0 comments