DEAR YOU #2

 


Remember when I said, “your’e the last for me”? I really mean it. It didn’t mean a joke.

It’s been a year and I decide to unblock your IG. I think when It turns a year, everything will comeback like I used to (before met you), but the past can’t change by Itself.

Keadaan masih sama, aku masih sendiri dan mimpi-mimpi yang berisi wajahmu belum juga menghilang sepenuhnya. Kadang kamu menjadi seorang figuran yang hanya duduk atau berdiri tanpa melakukan apapun, kadang juga menjadi seseorang yang mencampakkan aku (lagi), kadang menjadi orang yang membenciku setengah mati, kadang juga seperti tidak saling mengenal. Aku paham ini semua akan berkahir dengan aku menjalin lagi hubungan baru. Tapi aku tidak mampu. Tidak ada juga orang yang mau.

Pertanyaan itu juga belum juga pergi dari pikiranku, seperti menghantui setiap waktu.

Why me?

Diantara banyak manusia khususnya perempuan di tempatmu berada, mengapa harus aku yang dipilih untuk menjadi sasaran luka yang telah disiapkan dengan sangat baik. Diantara banyak alasan, mengapa harus kamu yang aku cintai dengan perasaan sebesar ini. Mengapa hanya aku yang merasa kehilangan dan meratap. Mengapa ini, mengapa itu, mengapa jalan takdir ini tidak berpihak pada seorang yang kalah?


 

0 comments