thisme

the untold story

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • DIARYBLOG
    • CERITANYA REVIEW
      • FILM
      • BUKU
      • CAFEE
      • CEMAL CEMIL
      • RANDOM
    • DEAR YOU
    • ARTIKEL
  • Contact Us




Hari minggu siang yang terik, banyak orang memilih tidur di kamar  berpendingin udara. Tapi perempuan itu berdiri menunggu temannya di depan apotik dekat stasiun mrt. Meskipun agak sedikit lama, namun akhirnya laki laki yang baru sebulan tinggal di ibu kota itu menemukan jalan bertemu dengan temannya yang sudah sepuluh menit menunggu.

Ini kali kedua mereka bertemu. Meskipun bukan teman lama, tapi mereka tetap berusaha akrab dan bertanya kabar satu sama lain. Selepas menentukan tempat berteduh dari panasnya cuaca di musim kemarau, kedua teman ini akhirnya menyantap makan siang ditemani kisah tentang hidup dan cita-cita.

Hari semakin sore, tapi takoyaki yang mereka beli dengan niat mengganjal lapar belum sama sekali tersentuh. Akhirnya pujasera terdekat menjadi satu-satunya tempat menyantap kudapan terakhir. Tapi disinilah cerita baru dimulai.

Diantara bising percakapan manusia lain, mereka berbincang. Dari barat ke timur, dari selatan ke utara. “Memangnya nabi perempuan itu ada ya, Bi?”

“Tidak mustahil, rasul yang wajib kita tahu hanya 25 dan memang seluruhnya laki-laki.”

“Tapi Bi, google bilang dari 313 nabi dan rasul semuanya laki-laki”

“Nabi itu bisa jadi ada ribuan, Mi. Tidak mustahil kalau ada perempuan. Bukankah nabi itu sendiri adalah manusia yang diberi wahyu oleh Tuhan? Tapi tidak semua nabi diberi tanggungan untuk menyebarkan pada kaumnya. Boleh jadi disimpan untuknya sendiri”

“Maksudnya, Bi?”

“Maksudnya, boleh jadi tokoh-tokoh yang kita kenal sebagai para Walisongo atau Sidharta Gautama sebenarnya adalah nabi yang diberi Tuhan wahyu. Proses yang mereka lalui sama seperti nabi-nabi yang kita ketahui. Datang dari keterasingan dan menarik diri dari duniawi.”

“Sebentar Bi, kalau Walisongo dan Budha itu menerima wahyu seperti nabi-nabi yang kita ketahui, bukankah itu artinya selama ini wahyu itu datang dari Tuhan yang sama?”

“Seperti itu, Mi.”

Keheningan tercipta beberapa detik, sampai mata si perempuan berbinar seperti bayi yang baru melihat dunia setelah sembilan bulan nyaman di buaian rahim ibunya.

“Itu artinya Tuhan dari awal penciptaan dunia, Tuhan yang mengenalkan sistem kepercayaan pada manusia pada awal peradabannya, Tuhan yang menyampaikan wahyu pada tokoh besar dari generasi ke generasi, Tuhan yang memberi mukjizat sekaligus bencana pada orang orang terdahulu, Tuhan yang menuntun nilai berkehidupan lewat kitab-kitab.

Adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang aku minta padaNya agar hujan jangan dulu turun sebelum aku sampai rumah, adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang selalu aku datangi setiap kali masa ujian sekolah dan pedih patah hati.

Bi, ini hal yang terlalu besar untuk aku terima.“

“Tuhan tahu manusia berkembang seiring dengan peradaban yang kian maju dengan cepat dan pesat. Untuk itu, kitab-kitab yang berasal dari perkataannya selalu diperbaharui. Sampai akhirnya, seperti yang telah tertulis di kitab-kitab terdahulu. Akan datang sesosok rasul yang akan membawa ajaran yang paling sempurna. Menyempurnakan seluruh ajaran, paham, dan nilai yang telah diwahyukan sebelumnya. Dialah nabi Muhammad SAW.”

“Dari semua agama samawi, agama islam yang turun paling akhir karena sejak awal memang diciptakan untuk menyempurnakan ajaran, menjadi agama sepanjang masa yang tidak lekang oleh waktu. Ayatnya tidak pernah berubah barang satu huruf, tidak pernah ada pembaharuan, tidak pernah ada perbedebatan.

Bi.. sepanjang 24 tahun aku hidup, baru kali ini aku menemukan jawaban dari pertanyaan

Kenapa harus agama islam yang paling sempurna? Arogan sekali kedengarannya.

Bagaimana kita bisa tahu kalau agama islam adalah agama yang paling benar? Sedangkan penganut agama lain pasti punya justifikasi membenarkan agamanya masing-masing.

Jawabannya sesederhana, bahwa kitab-kitab terdahulu pun bahkan telah mencatat kebenaran ajaran penyempurna ini. Bahwa tidak akan ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad SAW.

Bahwa Tuhan yang menciptakan seluruh agama di dunia adalah Tuhan yang sama.

Bahwa Tuhan itu nyatanya Esa.

Agama hanya bagaimana cara manusia menjalani hidup.

Tapi kali ini aku bisa berteriak, aku bangga menjadi penganut dari ajaran yang paling sempurna. Memberi pedoman perilaku hidup dari lahir sampai mati, dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari matahari terbit sampai terbenam lagi.

Ajaran sepanjang masa, tidak lekang oleh waktu. Sampai waktu itu musnah sekalipun.”

Mereka saling melempar senyum. Ada kelegaan yang terhembus dari helaan nafas berat. Kini belenggu besar hitam itu sirna sudah. Berganti langit biru cerah tanpa awan.

Takoyaki sudah habis dilahap, air minum tersisa satu teguk lagi.

Mereka beranjak dari tempat duduk tadi.

Mencari udara segar, atau Tuhan mana lagi yang hendak mereka cari.

 

Nb: cerpen ini terinspirasi dari adegan nyata dengan sedikit sunting. 

 


 

Haii!!

How its going since my last review, fellas? I hope you guys doing well :)

Review kali ini adalah bentuk penghargaan dari seorang penonton awam kepada film dengan genre romantis terbaik sejauh ini. Ya, genre yang paling dihindari dan dibenci karena terlalu banyak hal utopis yang gak realistis. But, this will be different.

Sejak hari pertama film ini rilis, gak pernah ada rencana nonton langsung di bioskop. It just me underestimate any movies related to romatic. (*duh hopeless romantic?!). Tapi karena ajakan dari temen yang gak bisa ditolak, akhirnya kita meluncur kedalam kolam bernama XXI studio 2 di daerah Kuningan.





Film berdurasi 118 menit ini punya premis yang cukup sederhana. Bercerita tentang seorang penulis naskah film yang mengejar kekasih hati saat SMA, dimana kala itu pujaan hatinya baru saja menjanda ditinggal mati suaminya. Sederhana tapi cara penulis sekaligus sutradara ini menyampaikan pesannya, is quite uniqe. Setelah menggarap film remake “Keluarga Cemara”, Yandy Laurens mencoba membuat karya originalnya sendiri yang cukup berani mendobrak preferensi mainstream penonton. Salah satu langkah besarnya adalah membuat film ini hitam-putih. Tidak cukup disitu, Yandy si penulis membuat cerita tentang seorang penulis pula yang sedang menulis naskah film. Pusing? iya betul. Christopher Nolan bilang ini namanya script-interception. Kalau diperhatikan, film ini lebih seperti cermin besar yang saling merefleksikan setiap lapisan karakter penulis. In that reason, I appreciate the writer/director for the idea.

So how’s the plot?

Semula kita akan diajak mengikuti plot lurus tanpa twisting sama sekali. Seperti bayi yang dituntun berjalan, selangkah demi selangkah. Berawal dari seorang penulis yang mencoba pitching naskah film, dimana ia akan menceritakan kisah cintanya sejak awal pertemuannya kembali dengan si kekasih hati setelah sekian lama tidak berjumpa. Film ini dengan “telanjang” memperlihatkan bagaimana proses produksi sebuah film, termasuk bagaimana plot cerita dalam film itu dibangun. Dalam kisahnya, si penulis akan menyusun naskah sesuai dengan apa yang terjadi selama setahun kedepan bersama si tokoh utama alias kekasih hatinya. Namun sayang, produser film membuat semua rencana si Penulis berubah menjadi bencana. Naskah harus diselesaikan dalam waktu satu minggu, and so hal ini menjadi awal mula konflik sekaligus turning point pengembangan karakter. Tapi tenang, karena diakhir cerita the writer serve us some surprise element. Plot yang disusun sejak awal menuntun kita, ternyata bukan plot yang sebenarnya. See? I told you, how expensive the idea.

What should we expect?

As the title of this movie, “Jatuh cinta seperti di film-film”. Penulis yakin bahwa di umurnya yang hampir 40 tahun ini, bisa menciptakan kisah romansa yang lebih baik dari anak muda. Namun apa yang diyakini oleh kekasihnya tentu saja berbeda dengan keadaan duka yang masih mendalam.

Pertama, kalau masih berharap film ini akan memberikan adegan yang penuh dengan gejolak dan hasrat selayaknya “jatuh cinta” pada film kebanyakan, you better go back and watch another movies. Adegan film ini hampir 80%nya adalah dialog intens. Kalau boleh dibilang, film ini bisa masuk kategori 18+ not because of the explicit content, but how deep the conversation is going. Di umur “se-tua” ini ternyata kita bisa tetap nyaman menonton adegan yang tidak banyak memberikan impulse, namun justru tenggelam dalam khidmatnya refleksi dan resolusi dari setiap konflik yang ada.

But don’t get me wrong, ini adalah film hasil produksi Imajinari milik Ernest Prakarsa yang juga merupakan seorang komika. Sebuah fakta yang terlewatkan bahwa film ini pure bergenre komedi romantic. Banyak selipan komedi yang memberikan “warna” sekalipun ini film hitam-putih. komedi di film ini berhasil bikin geli perut penonton satu studio dengan jokes yang fresh, viral dan out of the box. And that so, kita sebagai penonton sangat menikmati emosi yang dimainkan sepanjang film ini tayang.

Satu lagi,

Besides all the content we talk about before, tentu saja ada kontribusi besar dari sinematografi yang dikemas dengan cerdas. Not just the basic things such as coloring, positioning, and so on. Tapi juga detail penggambaran situasi yang ada di setiap adegan. Pokoknya selama nonton, kita dimanjakan dengan gambar yang estetik dan cantik.

Well, that’s all..

I wish I had time to take up more this film. But seriously, you guys should try to watch this kinda light-complex way of entertainment.


Happy watching ^^

 

 

 

 

 

 


 



Holaaa!

Woah such a looong time since the last review. Akhirnya kembali lagi punya mood dan waktu disela-sela me “review” laporan keuangan yang bikin pusing bacanya *curhat*.

Nah jadi setelah melihat euphoria jedar-jedernya film Oppenheimer, tentu saja sebagai remaja FOMO ini gak mau ketinggalan antri beli tiket pre-sale biar gak keabisan. Momentum yang tepat for anyone who decide the release date, karena pas banget di tanggal merah itu ada 2 film yang sama-sama banyak ditunggu. Jadi bisa dibayangin hari rabu tanggal 19 Juli seluruh bioskop dari yang paling mahal sampe yang nge-pas di kantong bakal dibanjiri rakyat Indonesia. Fenomena ini juga udah keliatan waktu buka aplikasi tiket online buat book film Oppenheimer yang ternyata udah penuh di daerah Jakarta, and so kemarin agak melipir ke Bekasi biar dapet kursi yang enak dan gak bikin leher tegang.

Well back to the review, tapi sebelum masuk kesana kita semua harus satu paham kalo ini film non-fiction alias historical alias certain sejarah. In that sense, mas Christopher Nolan gabisa seenaknya bikin cerita sendiri. So the big picture of this film is, gimana sejarahnya bom Atom di Hirosima dan Nagasaki itu tercipta dari kepala dan tangan Oppenheimer atau yang akrab dipanggil Oppie ini. Dari mulai Oppie sekolah dan menimba ilmu di berbagai kampus dan berbagai guru, sampe akhirnya jadi tokoh politis di era perang dunia II.

Film yang punya durasi 3 jam ini, better ditonton sambil diskusi bareng partner. A lil bit exhausting kalo memahami a whole plot nya sendiri. Bisa dibilang film ini gak menjanjikan entertainment atau premis yang seru kaya film Nolan lainnya (Interstellar, Tenet, atau inception). Again, karena ini film historical yang ceritanya gabisa diubah. Jadi kalau kalian berharap akan nemu experience film Nolan sebelumnya, you better lower ur expectation. Bagi sebagian orang mungkin ada yang merasa bosan dan suntuk buat nonton film ini. Bayangin aja selama 180 menit disuguhi teori fisika kuantum dan konflik ideology di zaman perang dunia II. Wah bisa dobel-dobel itu puyengnya kalo belom biasa. Conversation yang dibuild juga relatif cepet dengan intensitas yang tinggi. Intinya banyak percakapan yang harus dipahami dengan cepat kalo mau keep going on the story. So, brace yourself to face this kinda high-tension film :)

Despite of all the contra, Nolan selalu bisa mengkompensasi itu semua dengan visual dan backsound yang wah megah dan elegan. Kalo dilihat dari sudut pandang yang lain, sangat wajar kalo banyak juga orang yang kasih rating 5 out of 5. Gimana engga, Nolan bisa ambil historical event ini dari POV yang super unik dan kasih kita plot yang maju-mundur *cantik*. As we know, bukan Nolan namanya kalo buat film gak mind-blow. That’s why dia bikin plot yang anti lurus biar jadi kejutan di ending filmnya. Ngomongin cast nya udah gausa ditanya lagi kali, Cillian Murphy alias Thomas-great-Shelby ini selain emang mirip sama tokoh aslinya, juga bisa bawa kita ikutan tegang ngikutin step-by-step penciptaan senjata pemusnah peradaban.



End of the story, this is a great movie. Semua pro-kontra itu wajar banget mengingat tiap orang  punya preferensi masing-masing. But here’s mine!! Semoga sedikit ulasan yang jujur dan apa adanya ini bisa jadi referensi buat kalian yang lagi bingung mau nonton Oppenheimer atau Barbie (which both is same fun!!).

So, Happy watching! ^^

 

 



How’s everything lately, my lifelong desire?

Me doing well, at least I’ve tried.

Working was so exhausted without someone to talk to.

Time goes by, and suddenly its exactly 3 years tomorrow.

Its always march 15th I remember. My father’s birthday yet my messed-up day ever.

Not a day left, me wondering how I will be in the next 3 years since that betrayal.

Ohh! maybe it wasn’t betrayal since you never had a promise.

But here I am. Seeing you standing still right on my mind.

Come freely back and forth through my dream.

But for God sake, I relish it.

You. Are. My. Great. Desire.

My. Only. Life. Lust.

You are evil in your own hell, and I burned completely.

The most horrible nightmare, scare me but I fell deeply.

Guide me to the darkness, and I follow you surely.

Constructing your shadow’s castle and I won’t let it collapse.

Majestically stands in the light of eclipse.

Shining so bright dazzling your gaze,

Happy anniversary,

My dearest imaginary lover.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NASKAH DRAMA MUSIKAL

NARASI :

siapa bilang jatuh cinta hanya ada di lorong-lorong sekolah? Siapa bilang jatuh cinta hanya ada pada anak belia usia belasan? Siapa bilang? Bahkan hamparan dunia terlalu sempit untuk merayakan cinta, dan lintasan waktu yg terbentang terlalu sebentar untuk merasakan kasih. Seperti muda-mudi satu ini, disuatu lembaga pemeriksa keuangan negara. Hari selasa, 10 februari 1997.

[SCENE 1]

Tangan ratna sibuk memilah kertas disposisi mana yang akan ia serahkan kepada bapak Setya, atasannya.

Ratna      : “nomor surat dinas 345. 346, 348 nahh udah lengkap. Pak setya im coming…” (berjalan menuju ruangan pak setya)

Ratna      : “permisi pak..”

Pak setya  : “mari masuk ratna”

Ratna      : “berikut nota dinas yang perlu tanda tangan bapak..”

Pak setya  : “coba saya lihat dulu (melihat kertas yg diberikan ratna) terkait hal apa ini? Kok tidak ada dokumen pendukungnya?”

Ratna      : “ee.. harus ada yaa pak?”

Pak setya  : “waduhh ratna.. gimana sih kamu ini? Percuma susah susah masuk bpk kalo disuruh gini aja gabisa!! (melempar kertas) ini! Saya kembalikan, saya tidak mau tanda tangan kalau dokumen pendukungnya belum ada!”

Ratna      : (terdiam sebentar dan memunguti kertas yang tadi dilempar pak setya) “baik.. siap pak”

Siang itu hati ratna kacau. Baginya, kata kata pak setya tadi cukup membuat hatinya bak tertusuk duri. Ia kembali ke mejanya sambil sedikit mengeluarkan air mata.

[datang galih dan berjalan menuju ratna]

Galih      : “waduh udah jam makan siang ni, kok masih disini aja?”

Ratna      : (terdiam tidak menengok dan tidak menjawab galih)

Galih      : “eh.. loh, ratna.. kamu nangis? Kenapa?? Ga kebagian bakwan di warung asoy yaa? Hahaha

Ratna      : (menghapus air mata) “ ih apasih.. udah sana aja makan, aku mau disni masih ada kerjaan”

Galih      : “waduhh emang pak setya ni harus kita laporkan atas eksploitasi CPNS ckckck”

Ratna      : (tersenyum) “tadi aku salah kasih nota dinas, harusnya dokumen pendukung nya dibawa juga, aku baru hari ini dapat kerjaan antar surat jadi masih belum tau”

Galih      : “ohh harusnya dari awal kamu tanya aku, aku udah khatam banget masalah persuratan kaya gituu, mana sini nota dinas nya aku bantu”

[galih membantu ratna hingga akhirnya selesai]

Galih      : “nah udah selesai ni, tinggal diserahkan lagi ke pak setya”

[Ratna buru-buru berjalan ke ruangan pak setya, tapi ditahan galih]

Galih      : “mau kemana?”

Ratna      : “mau ke ruangan pa setya”

Galih      :”udahh nanti aja, pak setya nya juga pasti lagi makan siang. Kamu itu loo belom sempet ke kantin kan tadi?”

Ratna      :”t..tapi nanti pak setya marah”

Galih      :”haha udahh gaakan marah, pak setya itu baik kok aslinya, Cuma emang mukanya aja jutek. Oiya nih tadi aku jajan coklat favorit aku ini di warung,tadinya mau aku makan buat cemilan, tapi gapapa ambil aja buat kamu. Katanya coklat bisa bikin mood orang jadi bagus lagi.”

Ratna      :”ehh gusahh galih, kamu makan aja”

Galih      :”ayo cepet ambill.. kalo ga diambil nanti aku lapor polisi lhoo”

[Ratna dan gailih tertawa sambal mengobrol tanpa suara]

Begitulah segalanya bermula. Berkas nota dinas yang dilempar pak setya, dan tentu saja sebatang coklat tanpa nama mengatarkan mereka pada dunia penuh warna yang pujangga sebut, jatuh cinta..

[SCENE 2]

Lagu kasmaran cinta plus koreo.

Pasangan sejoli itu adalah galih dan ratna. Bagi mereka, seluruh sudut kantor adalah taman berbunga yang indahnya bisa membuat mereka tak pernah kehilangan senyuman. Seringkali mereka terlihat di berduaan kantin, parkiran sepeda, tempat fotokopian, di halte bis, di warung mi ayam pak sobar, dan tentu saja di ruangan kerja mereka. Semua orang tahu betapa pasangan galih dan ratna seperti jari tengah dan telunjuk tak terpisahkan.

[SCENE 3]

Namun di sela perayaan manisnya kasmaran mereka, pertanyaan ratna  suatu sore di halaman kantor, membawa mereka pada sebuah perjalanan baru..

Ratna      :”gak kerasa yaa, sudah setahun sejak kamu kasih aku coklat ituu”

Galih      :”ahh iya juga, waktu rasanya cepat berlalu kalau sama kamu”

Ratna      :”ahh kamu gomball! Tapi gal, sampe kapan yaa kita bisa terus begini?”

Galih      :”loh kenapa kamu tanya begitu:”

Ratna      :”gapapa gal, aku Cuma kepikiran, kalau nanti surat mutasi keluar dan kita belum menikah, kemungkinan kita akan berpisah itu besar”

Galih      : [menghela nafas] ratna.. aku sudah menjelaskan berkali-kali keadamu, abangku saat ini masih belum menemukan callon pendampingnya, kamu kan tau adatku itu melarang keras kalau aku melangkahi abangku..”

Ratna      : “iyaa galih.. aku paham.. tapi..”

Galih      : ”sudah, jangan terlalu kau pikirkan tentang hal itu, lagipula selama ini teman angkatan kita belum ada yg di mutasi kan?”

Ratna      : ”iyaa sih..aku Cuma takut gal..”

Galih      :”sudah.. nanti di lapangan sebelah ada pasar malam. Kita kesana yaa biar kamu gak sedih lagi. Nanti kita beli permen kapas yang beesarr”

[Ratna hanya mengangguk.]

[Mereka berdua meninggalkan kantor.]

[SCENE 4]

Di satu pagi, pak setya keluar dan mengumumkan sesuatu

Pak setya  :” SK mutasi sudah keluar hari ini, silakan baca pengumumannya di dinding sebelah ruangan saya”

[Suasana ramai termasuk galih dan ratna,galih dan ratna melihat nama yg tertera di kertas pengumuman.]

Ratna      :”kan.. suah kubilang gal…” [sambal merinth sedih]

Galih      :”jauh sekali aceh dan Maluku..”

[Orang-orang mulai menakut-nakuti mereka berdua.]

[Mereka sama sama terdiam sebentar.]

Ratna      :”aku mau protes ke pak setya.”

Galih      : [menahan tangan ratna]. “percuma ratna, yg menentukan biro SDM, pak setya bisa apa?”

Ratna      :”tapi gal..” [ratna terdiam]

Galih      :”sudah, kita dinginkan kepala dulu sebentar, kita pikirkan apa maunya kita masing-masing.  lalukita bicarakan hal ini besok yaa, omongan ibu” dan bapa” barusan jangan didengar”

[Lagu sedih cinta]

[SCENE 5]

Mereka sama sama tahu akan hal besar ini. Untuk itu mereka sepakat saling memberi waktu agar bisa berpikir dengan jernih, apa yang sebenarnya mereka inginkan. Tepat dua hari setelah pengumuman itu, mereka berjanji untuk bertemu di tempat pertama mereka saling menyatakan cinta.

Seperti janjinya, mereka berdua datang ke tempat pertama mereka saling menyatakan cinta. Di parkiran sepeda belakang kantor.

Galih      :”bagaimana ratna, apakah kau sudah mentukan keputusanmu?”

Ratna      :”sudah galih”

Galih      :”baiklah seperti janji, kita akan mengucapnya bersamaan. Kuharap jawaban kita sam. Baik satu.. dua.. tiga..”

Ratna      : “kita sudahi saja”

Galih      :”ayo kita jalani bersama”

[Mereka berdua terdiam.]

Galih      :”ratna.. itukah keputusan bulatmu??”

Ratna      :”maaf galih, tapi aku tidak yakin dengan hubungan jarak jauh kita. Apalagi aku jauh diujung barat dan kau jauh diujung timur sana. Pasti akan sulit menyepatkan waktu untuk bertemu”

Galih      :”tapi kita masih bisa berkabar lewat surat, pager,email??? Aku janji akan selalu member…”

Ratna      :”galih.., kita tidak pernah tahu apa yang akan kita rasakan dan alami di  tempat masing-masing. Dan aku rasa aku tidak mampu membayangkannya.”

Galih      :”ratna, apakah ini berarti sudah tidak ada lagi rasa cinta di hatimu?”

Ratna      :” tidak galih, bukan. hatiku masih terisi penuh dengan namamu. Aku janji akan hal itu. Tapi untuk kali ini, maaf galih.. aku belum bisa melanjutkan hubungan ini. Tapi satu yang kutahu galih, kalau tuhan mau kita bersama,akan selalu ada jalannya untuk kembali, di tempat dan waktu yang tepat.”

Galih      :”tapi kita bisa mengusahakan itu ratna, kita bisa berjuang bersama”

Ratna      :”maaf galih,,”

[Masuk lagu galau..]

[Adegan ratna dan galih berpisah di bandara]

Semenjak kepergian galih dan ratna, terasa sekali sepi yang menyergap seluruh ruang kantor. Tidak ada lagi gelak tawa ratna yang seringkali dijahili galih. Tidak ada lagi sorakan dari pegawai lain saat galih dan ratna lewat depan kantin. Kesedihan ini tidak hanya ada pada galih dan ratna. Tapi seluruh kantor ikut menagis melepas kepergian sekaligus berakhirnya hubungan galih dan ratna.

Sejak saat itu, tidak pernah ada lagi yang membahas dua sejoli galih dan ratna. Kisah itu perlahan kabur bagai debur ombak yang kembali pada lautan. Terlupakan seiring berjalannya waktu.

[SCENE 6]

Nun jauh diujung barat sana, terlihat kediaman ranta yang sudah ramai pendatang. Ya.. hari ini adalah hari pernikahan ratna.

Lagu pernikahan

[Prosesi akad ratna]

[SCENE 7]

Sedang diujung timur sana, terlihat galih yang sedang sibuk mengerjakan kertas kerjanya.

[Datang seorang wanita membawa surat]

Laras      :”gal, ini tadi ada surat untuk kamu”

Galih      :”surat apa ras?”

[Laras menyerahkan surat]

Galih membuka surat dan dibacakan narasi surat dari ratna yang memberi tahu bahwa ia sudah menikah.

Untuk galih,

Sudah bertahun lamanya kita tidak bertemu sejak perpisahan di bandara. Maafkan aku yang tidak pernah membalas surat-suratmu. Tapi itu harus kulakukan sekalipun rasa ingin membalasmu begitu besar hingga membuatku tercekat. Jangan tanya apa aku rindu atau tidak. Kepalaku menjadi saksi betapa setiap hari setiap waktu aku memanggil namamu meski hanya dalam benak. Dan mataku menjadi saksi betapa derasnya air mata yang jatuh tiap aku sadar bahwa kita takkan bisa bersama. Kudengar dari kabar angin, kau melakukan banyak hal agar kepindahanmu kesini bisa lebih cepat. Tapi galih.. kurasa semua itu tidak ada maknanya. Keluargaku sudah menentukan dengan siapa aku akan bersanding. Aku tidak dapat berbuat apa apa.  Sekalipun aku bisa, aku akan tersiksa. Beginilah menjadi wanita disini galih.

Dulu aku pernah bilang, pabila tuhan menghendaki kita bersama, maka jalan akan selalu ada. Tapi sepertinya dari awal memang tidak pernah ada jalan yang terbentang untuk kita. entah karena memang tuhan kita yang berbeda, mereka sulit bekerja sama, heh lucu sekali.

Seperti yang kau tahu galih, aku bertemu dan menikah dengan laki-laki lain. Kurasa ini cukup untuk menjelaskan bahwa akhirnya kau bisa berhenti bekerja terlalu keras untukku. Segala usahamu akan tercatat sebagai pengabdian pada cinta yang tak pernah sampai. Beristirahatlah pada rumah yang tepat galih. Maafkan sekali lagi, ternyata aku bukan rumahmu. Tapi bila kau ragukan cintaku, ketahuilah akan selalu ada ruang kecil di sudut hatiku untukumu. Takkan ku hilangkan sampai kapanpun.

 

Tertanda,

Ratna. 

 

[Galih terdiam dan menatap kosong]

Laras      : “surat dari siapa gal?”

Galih      :”ratna ras, ratna sudah menikah”

Laras      :”apa?? Ratna yang selalu kau ceritkan itu?? Bagaimana bisa??”

Galih      :”kau bacalah sendiri surat ini”

[Laras membaca dan geleng” kepala tidak percaya]

Laras      :”sudah gal.. aku tahu ini berat untukmu. tapi kau harus tau mungkin tuhan tidak mengijinkan kalian berdua bersama, sejauh apapun kau berusaha.”

Galih      :”tapi ras, aku sudah melakukan banyak hal agar bisa secepatnya menyusul ratna disana, tapi apa yg ia lakukan?!”

Laras      :”iyaa aku paham perasaanmu, tapi kau bisa ceritakan keluhmu sambal memakan coklat favoritmu. Aku tak tahu apakah ini berguna atau tidak..”

Galih      :”ahaha.. ras, kau selalu tahu apa yg aku butuhkan..”

[Laras dan galih berbincang tanpa suara].

Masuk lagu sedih upbeat

Dengan ini berakhir sudah perjuangan galih demi bisa bertemu kembali dengan ratna. Kapal mereka kini sudah benar-benar karam.

Memang begitu cara semesta bekerja bukan? Beberapa pasangan bisa berakhir dengan suka cita, namun beberapa lainnya harus berduka dan terluka. Tapi cinta adalah energi, dan energi tidak pernah hilang hanya menjelma menjadi sesuatu lain. Energi tidak pernah hilang, hanya mengalir dari satu muara ke muara lainnya. Semakin deras energi itu mengalir, semakin besar residu yang tersisa. Mengerak menjadi sesuatu yang sukar diurai. Selamanya bersemayam dalam relung terdalam.

 

[SCENE 8]

Seperti pada acara tahunan di sebuah lembaga pemeriksa keuangan. Tepat pada tempat dan waktu  yang tak pernah mereka duga. Akan menjadi sebuah reuni singkat tanpa kata.

[masuk galih dan ratna bersama pasangannya, duduk di meja dan saling berpandang]

Derap langkah ratna diiringi dengan gemerincing perhiasan di tangannya digandeng oleh seorang pria yang tidak lain adalah suaminya. Malam ini ia mendapat meja makan dengan nomor 12. Didepannya terlihat perempuan seorang diri sedang menunggu. Tidak berselang lama, yang ditunggu perempuan itu dating. Dan lelaki itu adalah galih. Tidak perlu waktu yang lama untuk mereka saling mengenali satu-sama lain.

Galih :

“Ratna..

Jelas betul didepan mataku itu ratna. Wanita yang kugilai beberapa belas tahun lalu.

Wajahnya sama sekali tak berubah, tetap manis seperti permen kapas favoritnya. Matanya masih menatap dalam sampai aku bisa tenggelam dipusarannya. Bahkan senyumnya masih bisa membuat hatiku meloncat.”

Ratna :

“Galih..

Jelas betul didepan mataku itu galih. Lelaki yang selama ini masih bergema namanya di benakku.

Ia terlihat jauh lebih dewasa sekarang, tapi tatapannya tidak berubah. Masih tajam hingga hatiku terasa tercabik tiap kali menatapnya balik. Kerut matanya saat tertawa bahkan masih membuat perutku geli. Bahunya masih setegap saat terkahir kali kusandarkan kepala padanya.”

 

Disela perbicangan mereka dengan pasangannya masing-masing, terlihat mata yang saling mencuri waktu agar dapat bertemu pandang. Mulut mereka terlalu tercekat untuk bisa berkata. Seperti rasa rindu yang terlalu besar untuk sekedar dilebur dengan jabat tangan atau salam pipi.

Mereka memilih sunyi menjadi tempat pelarian dari dunia yang kejam.

Mereka memilih hening menjadi bahasa yang akan mereka gunakan untuk menceritakan belasan tahun yang telah terlewat.

Menceritakan betapa tersiksanya merindu tanpa akhir. Betapa merana nya mencintai ruang hampa tanpa rasa.

Menceritakan tentang ratusan, ribuan bahkan jutaan jika "apabila" dan kalau saja yang terus berkecamuk di kepala sampai gila.

Andai mereka tahu apa yang akan terjadi, tentu ratna menolak sebatang coklat itu dan galih takkan sudi membantu pekerjaan ratna.

Andai mereka tahu kubangan luka yang mereka ciptakan sendiri berawal dari kisah penuh canda tawa.

Andai mereka tahu, tapi itu tidak mungkin.

Jadi mereka mencoba mengadu, tapi jawabannya adalah lepaskan rindu itu.

Malam ini adalah reuni. Reuni yang mereka betul betul mereka pahami.

 

Galih :

Sebab Hal hal yang ajaib selalu terjadi sekali seumur hidup

Seperti bertemu

Dan berkisah dengan mu

Sesingkat apapun dulu

Adalah hal yang terlalu indah

 

Ratna :

Seperti hal ajaib lainnya

Tuhan sengaja menciptakan

Hanya satu kali

Cukup untuk dikenang. bukan untuk diulang

 

[galih dan ratna beserta pasanganya beranjak dari tempat duduk]

 

Galih      :Selamat tinggal ratna, terimakasih sudah mau bercerita dengan tatapan matamu. Semoga rumahmu selalu hangat.

Ratna      :Selamat tinggal galih, terimakasih juga sudah mau berbicara meskipun tanpa kata. Semoga semesta selalu memelukmu.

 

----------------------------- The end -----------------------------

 

Its been 3 years since you dump me like a trash.

Every single day I try to remove your picture in my head, but the result is zero.

I’ve been crushed anyone else, met new people, having a date with some of them, and having a lot of conversation.

But guess what?

I dream the same person for 3 years, and its you.

I try to figure out why is my heart feel so hollow? Like there is a big hole that can’t be patched.

Turns out because I never loving somebody for long time.

Then one night, i just got home from work. Thanks to Reality Club for making 2112 song.

My random thought just made me check your Instagram. And guess what I found?

Your instagram didn’t locked. But guess what the biggest twist?

Your girl's username weren’t there anymore. So do the photos and videos.

That things got me thinking,

Just if i had a little chance to sit and have a conversation with you. Just a few hour.

I’ll be glad. To see ur face and hear ur voice.

To say anything that has never been said. To say thank you, I hate you, I miss you.

And the most important thing, I love you.

You might be shock or mad or feeling nothing at me.

But let me tell you the truth,

I can live with somebody who loves me the most. But I can’t ever live with somebody I love as much as I love you.  

The feeling, the sparks, the passion, was stopped for you.

Ahh, but who am I?

Just a little dust flew from your past. Means nothing.

Cause I can see you happier now. being a part of  SEMA In your campus and whatever.

Who am i?

Just a coward that never have a brave to say that,

Were we ever meant to be?


14/11/2022

Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • #CERITANYAREVIEW : THE ADAM PROJECT
  • DEAR YOU : Turns out, its never ending
  • #DIARYBLOG - RISKTAKER
  • #DIARYBLOG DAY-3 (hadiah terbesar kekecewaan adalah pelajaran)
  • DEAR YOU #FINAL EPISODE
  • #CERITANYAREVIEW : THE WEEKEND AWAY
  • RETURN TO SPACE : PURE DOKUMENTER ATAU ....???
  • SEPERTI DENDAM HARUS DIBAYAR TUNTAS : SIAPA YANG BERTANGGUNGJAWAB DAN METAFORA DIDALAMNYA
  • #CeritanyaReview : Dongeng si Kancil Sampai Ulysses Moore

Categories

  • artikel 4
  • ceritanyareview 8
  • dearyou 5
  • diaryblog 14
  • download 2
  • film 8
  • My post 1

Comment down bellow!!

Nama

Email *

Pesan *

Popular Posts

  • PERKARA TUHAN
  • #CeritanyaReview : JATUH CINTA SEPERTI DI FILM-FILM
  • DEAR YOU : Turns out, its never ending
  • #DIARYBLOG DAY-3 (hadiah terbesar kekecewaan adalah pelajaran)

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Template